Monday, November 26, 2012

Video Eksekusi Interfacing LED dengan Visual Basic 6.0

Pada video ini kita akan melihat bermacam-macam perintah yang diberikan pada LED.


Tutorial Pembuatan LED Interfacing dengan Port Paralel & VB 6.0

Pertama, saya akan menjelaskan mengenai Port Paralel (DB-25)



Alamat Port Paralel

Setiap port paralel (disebut juga port printer) memiliki tiga alamat port, yaitu port data, port status, dan port kontrol. Ketiga alamat ini selalu berurutan, yaitu jika port data berada pada alamat 0x378, port status berada pada alamat 0x379 dan port kontrol pada 0x37A. (Catatan: awalan ‘0x’ di sini adalah simbol untuk bilangan heksadesimal dalam bahasa C)
Contoh alamat port paralel: 
       Printer         Port Data      Port Status     Port Kontrol
        LPT1            0x03bc          0x03bd          0x03be      
        LPT2            0x0378          0x0379          0x037a      
        LPT3            0x0278          0x0279          0x027a 




Konektor DB-25 dan Nama-nama Sinyal
Printer terhubung ke komputer melalui antarmuka port paralel dengan menggunakan konektor DB-25 yang memiliki 25 pin seperti pada Gambar di bawah ini:

Jadi,pin 1 dimulai dari ujung kanan atas dan seterusnya sampai pada pin 25 (ujung kiri bawah)
 
Kemudian kita masuk kepada rangkaian interface LED nya :


Rangkaian tersebut kita cetak pada PCB. Berikut contoh layout yang kami buat dengan menggunakan Eagle 5.6.0 :

Demikian tutorialnya, pada postingan selanjutnya saya akan memasukkan video praktek interfacing LED ini. Atau dapat dilihat pada http://www.youtube.com/watch?v=rHv435Qnyc4
Terima kasih.

Interfacing LED with Parralel Port and Visual Basic

Pada kesempatan ini saya mau memposting suatu materi elektronika mengenai interfacing LED dengan port paralel dan software visual basic. Mungkin ada sebagian yang tidak mengerti jika membaca judul materi tersebut. Okay,saya akan menjelaskan sedikit. Jadi dalam materi ini,kita dapat menghidupkan LED dengan komputer yang memiliki sambungan port paralel. Biasanya terdapat pada CPU PC pentium. Atau biasa digunakan sebagai port untuk printer. Ini contohnya :

Jadi rangkaian LED yang sudah tercetak pada PCB akan dihubungkan dengan DB-25(jantan) dan yang nantinya akan dihubungkan ke PC. Namun bukan hanya itu saja. Dibutuhkan suatu software yang sudah terinstal di PC kita. Nama softwarenya yaitu Visual Basic. Ada bermacam-macam jenis VB,namun pada praktikum ini saya menggunakan Visual Basic 6.0. Dengan sofware inilah kita dapat memberi perintah pada LED. Seperti memerintahkan LED hidup melingkar,memantul,hidup semua,mati semua,berkedip,dll. Itu semua tergantung kepada program yang kita kasih.

Thursday, October 6, 2011



I think in the future, football will no longer be for humans but robots..

Thursday, August 5, 2010

Alphabet dalam Fisika

A: Ampere, satuan arus listrik; a untuk akselerasi atau percepatan.
B: Medan induksi magnet. Mungkin berasal dari Biot-Savart.
C: Coulomb, satuan muatan listrik; c untuk kecepatan cahaya.
D: Medan listrik pergeseran (displacement); d sering dipakai untuk jarak (distance)
E: Energi; medan listrik (electric field). e untuk muatan listrik elektron.
F: Gaya (force); f untuk frekuensi.
G: konstanta gravitasi Newton; g dipakai untuk percepatan gravitasi.
H: Medan magnet akibat arus listrik. Juga H untuk Henry, satuan induktansi. h untuk konstanta Planck.
I: Arus listrik.
J: Joule, satuan energi. Juga untuk rapat arus listrik.
K: Biasa dipakai sebagai konstanta (misal: F = k q1 q2 / r2 ). k untuk konstanta Boltzmann.
L: Liter; momentum sudut; bilangan kuantum orbital. Juga biasa dipakai untuk panjang (length).
M: Massa, magnetisasi, meter.
N: Newton, satuan gaya. Juga bilangan kuantum utama dan jumlah partikel (number) dalam mol.
O: Baiklah, huruf ini tidak dipakai karena bentuknya mirip angka nol. Kalau saja bentuknya lain, mungkin akan dipakai sebagai satuan resistansi, Ohm.
P: Daya (power); tekanan (pressure); polarisasi listrik; p untuk momen dipol listrik dan momentum linear.
Q: Sering dipakai dalam termodinamika untuk usaha. q untuk muatan listrik.
R: biasa dipakai untuk jari-jari lingkaran (radius) dan jarak (range).
S: Entropi. s untuk detik (second) dan spin dalam fisika kuantum.
T: Waktu; periode; temperatur. Juga T untuk Tesla, satuan untuk medan induksi magnet.
U: Energi dalam. Kadang-kadang dipakai untuk menyatakan kecepatan, jika huruf v sudah dipakai.
V: Kecepatan, dari velocity. Juga besaran dan satuan tegangan listrik (Voltase dan Volt) dan potensial pada umumnya.
W: Usaha (Work). Watt adalah satuan daya.
X,Y,Z dipakai sebagai koordinat. Y untuk modulus Young; dalam fisika nuklir, Z menyatakan jumlah proton dalam inti.

Saturday, April 10, 2010

Roket Mini

Alat dan bahan :
  • Alumunium foil
  • Kotak korek api + batang korek api
  • Penjepit kertas (paper clip)
  • Jarum atau segala apapun yang lurus pokoknya.
  • Gunting
Langkah percobaan :
  • Gunting alumunium foil dengan lebar 8 cm x 3 cm.
  • Potong bagian kepala dari batang korek api dan letakkan di atas alumunium foil. Lihat gambar!


  • Gulung bagian ujung kiri alumunium foil sehingga membentuk tabung dengan bagian kepala korek api di tengahnya. Ingat membentuk tabung, jangan ditekan alumunium foilnya.
  • Ambil dan luruskan paper clip. Kemudian ujung paper clip tersebut masukkan ke dalam lubang tabung alumunium foil tadi sehingga menyentuh kepala batang korek api. Ingat jangan menyentuh alumunium tapi kepala korek api ya.
  • Nah sekarang baru tekan si alumunium sampai rapat.
  • Gulung lagi alumunium foil 2-3 kali, kemudian sobek sisanya. Lihat gambar!


  • Si ujung alumunium yang dekat paper clip diputar sampai erat, dan si ujung alumunium yang dekat korek api diputar kemudian digunting.
  • Lepaskan paper clip terus masukkan jarum pada lubang bekas paper clip tadi.
  • Selesai deh roket sederhananya, yang kita perlukan sekarang ialah landasannya.
  • Landasannya bisa dari bungkus korek api atau sisa alumunium foil.
  • Usahakan agar si roket membentuk sudut 45 derajat. Ayo kenapa? Lihat gambar!


  • Akhirnya ayo kita nyalakan roketnya!


  • Maka terbanglah si roket mini ke angkasa. (Ga juga sih palingan cuma 8-10 meter dah turun lagi)
Konsep Fisika :
Korek api itu (kepalanya) merupakan bahan bakar yang baik untuk roket mini ini. Ketika roket mini ini dinyalakan, maka si kepala korek api ini akan terbakar dan menimbulkan panas dan gas. Karena gas tersebut dikelilingi oleh tembok alumunium foil, maka terjadi pengumpulan gas yang sangat tinggi di dalam roket. Dan akhirnya si roket terbang karena dorongan dari gas tersebut.