My world!
Monday, November 26, 2012
Video Eksekusi Interfacing LED dengan Visual Basic 6.0
Tutorial Pembuatan LED Interfacing dengan Port Paralel & VB 6.0
Contoh alamat port paralel:
Printer Port Data Port Status Port Kontrol
LPT1 0x03bc 0x03bd 0x03be
LPT2 0x0378 0x0379 0x037a
LPT3 0x0278 0x0279 0x027a
Terima kasih.
Interfacing LED with Parralel Port and Visual Basic
Jadi rangkaian LED yang sudah tercetak pada PCB akan dihubungkan dengan DB-25(jantan) dan yang nantinya akan dihubungkan ke PC. Namun bukan hanya itu saja. Dibutuhkan suatu software yang sudah terinstal di PC kita. Nama softwarenya yaitu Visual Basic. Ada bermacam-macam jenis VB,namun pada praktikum ini saya menggunakan Visual Basic 6.0. Dengan sofware inilah kita dapat memberi perintah pada LED. Seperti memerintahkan LED hidup melingkar,memantul,hidup semua,mati semua,berkedip,dll. Itu semua tergantung kepada program yang kita kasih.
Thursday, August 5, 2010
Alphabet dalam Fisika
A: Ampere, satuan arus listrik; a untuk akselerasi atau percepatan.
B: Medan induksi magnet. Mungkin berasal dari Biot-Savart.
C: Coulomb, satuan muatan listrik; c untuk kecepatan cahaya.
D: Medan listrik pergeseran (displacement); d sering dipakai untuk jarak (distance)
E: Energi; medan listrik (electric field). e untuk muatan listrik elektron.
F: Gaya (force); f untuk frekuensi.
G: konstanta gravitasi Newton; g dipakai untuk percepatan gravitasi.
H: Medan magnet akibat arus listrik. Juga H untuk Henry, satuan induktansi. h untuk konstanta Planck.
I: Arus listrik.
J: Joule, satuan energi. Juga untuk rapat arus listrik.
K: Biasa dipakai sebagai konstanta (misal: F = k q1 q2 / r2 ). k untuk konstanta Boltzmann.
L: Liter; momentum sudut; bilangan kuantum orbital. Juga biasa dipakai untuk panjang (length).
M: Massa, magnetisasi, meter.
N: Newton, satuan gaya. Juga bilangan kuantum utama dan jumlah partikel (number) dalam mol.
O: Baiklah, huruf ini tidak dipakai karena bentuknya mirip angka nol. Kalau saja bentuknya lain, mungkin akan dipakai sebagai satuan resistansi, Ohm.
P: Daya (power); tekanan (pressure); polarisasi listrik; p untuk momen dipol listrik dan momentum linear.
Q: Sering dipakai dalam termodinamika untuk usaha. q untuk muatan listrik.
R: biasa dipakai untuk jari-jari lingkaran (radius) dan jarak (range).
S: Entropi. s untuk detik (second) dan spin dalam fisika kuantum.
T: Waktu; periode; temperatur. Juga T untuk Tesla, satuan untuk medan induksi magnet.
U: Energi dalam. Kadang-kadang dipakai untuk menyatakan kecepatan, jika huruf v sudah dipakai.
V: Kecepatan, dari velocity. Juga besaran dan satuan tegangan listrik (Voltase dan Volt) dan potensial pada umumnya.
W: Usaha (Work). Watt adalah satuan daya.
X,Y,Z dipakai sebagai koordinat. Y untuk modulus Young; dalam fisika nuklir, Z menyatakan jumlah proton dalam inti.
Saturday, April 10, 2010
Roket Mini
- Alumunium foil
- Kotak korek api + batang korek api
- Penjepit kertas (paper clip)
- Jarum atau segala apapun yang lurus pokoknya.
- Gunting
- Gunting alumunium foil dengan lebar 8 cm x 3 cm.
- Potong bagian kepala dari batang korek api dan letakkan di atas alumunium foil. Lihat gambar!

- Gulung bagian ujung kiri alumunium foil sehingga membentuk tabung dengan bagian kepala korek api di tengahnya. Ingat membentuk tabung, jangan ditekan alumunium foilnya.
- Ambil dan luruskan paper clip. Kemudian ujung paper clip tersebut masukkan ke dalam lubang tabung alumunium foil tadi sehingga menyentuh kepala batang korek api. Ingat jangan menyentuh alumunium tapi kepala korek api ya.
- Nah sekarang baru tekan si alumunium sampai rapat.
- Gulung lagi alumunium foil 2-3 kali, kemudian sobek sisanya. Lihat gambar!

- Si ujung alumunium yang dekat paper clip diputar sampai erat, dan si ujung alumunium yang dekat korek api diputar kemudian digunting.
- Lepaskan paper clip terus masukkan jarum pada lubang bekas paper clip tadi.
- Selesai deh roket sederhananya, yang kita perlukan sekarang ialah landasannya.
- Landasannya bisa dari bungkus korek api atau sisa alumunium foil.
- Usahakan agar si roket membentuk sudut 45 derajat. Ayo kenapa? Lihat gambar!

- Akhirnya ayo kita nyalakan roketnya!

- Maka terbanglah si roket mini ke angkasa. (Ga juga sih palingan cuma 8-10 meter dah turun lagi)
Korek api itu (kepalanya) merupakan bahan bakar yang baik untuk roket mini ini. Ketika roket mini ini dinyalakan, maka si kepala korek api ini akan terbakar dan menimbulkan panas dan gas. Karena gas tersebut dikelilingi oleh tembok alumunium foil, maka terjadi pengumpulan gas yang sangat tinggi di dalam roket. Dan akhirnya si roket terbang karena dorongan dari gas tersebut.







